19 Des 2012

Kesetiaan yang Teruji



“ Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.”
Filipi 2:22


Rasul Paulus mempunyai seorang murid yang teruji kesetiaannya, yaitu Timotius. Rasul Paulus bukan hanya mengajar Timotius bagaimana menjadi seorang murid yang setia tetapi ia juga memberikan contoh bagaimana menjadi seorang pelayan Injil yang setia.

Kesetiaan Timotius sebagai murid teruji karena mendapatkan teladan yang baik dalam hal kesetiaan dari Paulus.

HASIL KESETIAAN:
1. Kesetiaan  membawa  kita  kepada
KEMENANGAN - Wahyu 17:14

Orang yang dipanggil, dipilih dan yang setia akan memperoleh kemenangan. Menang atas hawa nafsu, menang atas emosi, menang atas kemiskinan, menang atas penyakit dan menang atas semua pekerjaan kuasa gelap.

2. Kesetiaan  membawa  kita  kepada
TANGGUNG JAWAB yang lebih besar - Matius 24:45-47 / Matius 25:20-23

Jika kita setia dengan perkara yang kecil Tuhan akan memberikan tanggungjawab dalam perkara yang lebih besar. Sebab itu mari kita setia melakukan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan, sekecil apapun tugas yang dipercayakan kepada kita.

3. Kesetiaan akan membawa kita memperoleh MAHKOTA - Wahyu 2:8-11

Jika kita setia sampai garis akhir, maka kita akan memperoleh mahkota kehidupan dari Tuhan. Hanya mereka yang sampai kepada garis akhir yang akan mendapatkan mahkota kehidupan. Sebab itu, apapun masalah dan kesukaran yang sedang Anda hadapi, jangan mundur, maju terus sampai garis akhir!

Pelayan Injil yang Setia
Tidak diragukan lagi bahwa Paulus adalah seorang pelayan Injil yang teruji kesetiaannya.

Apa saja ciri pelayan yang setia?
1. Tidak menyia-nyiakan Kesempatan
I Tesalonika 2:1
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.

Rasul Paulus seorang pelayan Injil yang sejati. Dia selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberitakan kabar baik. Dimanapun dan kapanpun. Bahkan di dalam penjara sekalipun dia tetap memberitakan kebenaran.

Tubuhnya memang terpenjara tetapi semangat untuk memberitakan kabar kesematan tidak pernah terpenjara. Terbukti Kepala penjara beserta seluruh keluarganya percaya dan dibaptis oleh Paulus (Kisah 16:1933).

Setiap hari kita bertemu dengan orang. Manfaatkan kesempatan itu untuk bersaksi dan menjadi saksi sehingga banyak orang bisa mendengarkan kabar baik melalui hidup kita.

2. Terus melayani meskipun menderita
I Tesalonika 2:2
“ Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.”

Aniaya, cobaan dan penderitaan yang berat tidak mematikan semangat Paulus untuk tetap melayani pekerjaan Tuhan. Pencobaan yang dialami oleh Paulus sungguh berat tetapi ia berkata itu penderitaan yang ringan, karena  pandangan Paulus tidak teruju kepada penderitaannya melainkan tertuju kepada kemuliaan yang Tuhan sediakan.

II Korintus 4:17-18
“ Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Paulus adalah seorang rasul yang paling banyak mengalami penderitaan dan aniaya, dia banyak dimusuhi dan dibenci tetapi semua pencobaan itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membagikan kebenaran kepada semua orang.

Bagaimana dengan kita? Apakah pencobaan yang kita alami menghentikan pelayanan kita? Apakah masalah dan kesukaran hidup yang kita alami membuat kita mundur dari pelayanan atau kita tetap maju melayani Tuhan?

3. Motivasinya MURNI
I Tesalonika 2:3
“ Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.”

Ciri ketiga pelayan yang setia adalah motivasinya murni. Seorang pelayan yang teruji kesetiaannya melayani tanpa pamrih. Murni dan tulus hati. Tidak cari pujian manusia. Tidak ada maksud terselubung. Melayani karena mengasihi Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan.

Pada jaman Paulus memang ada orang-orang yang melayani dengan motivasi yang tidak murni. Sebagian melayani karena irihati dan dengki, sebagian lagi melayani karena untuk kepentingan pribadi.

Filipi 1:15  
“Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”

Jangan kita memberitakan Injil disertai dengan kedengkian atau perselisihan, tetapi beritakan Injil dengan kemurnian hati.

Ada juga orang-orang yang melayani demi kepentingan perut mereka. Melayani karena amplop. Melayani karena dibayar.

Roma 16:18 
“ Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.”

Mari kita periksa motivasi hati kita dalam melayani Tuhan. Pastikan kita melayani karena kita mengasihi Tuhan yang sudah lebih dulu melayani kita.

4. Menyenangkan HATI TUHAN
1 Tesalonika 2:4 
“ Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.”

Setiap orang PASTI DIUJI. Menjadi murid, menjadi hamba Tuhan harus diuji. Begitu pula dengan pelayanan kita pasti akan diuji oleh Tuhan.

Kita melayani untuk menyukakan hati manusia atau menyukakan hati Tuhan?

Kolose 3:22-23
“ Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Bukan seberapa banyak yang Anda lakukan melainkan apa motivasi Anda dalam melakukan. Tuhan pasti menguji hati kita.

Jadilah orang-orang yang teruji kesetiaannya sampai garis akhir!

0 comments: