KARAKTER SEORANG ISTERI
(Sifat Mempelai)
Bacaan : Efesus 5:22-33
“ Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.”
Efesus 5:22
Hari ini kita akan melihat dan meneropong bagaimana seharusnya karakter seorang isteri atau seorang perempuan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Alkitab itu isinya lengkap, suami diajar, isteri diajar, anak-anak diajar dan orang tua juga diajar oleh firman Allah.
Firman Tuhan mengajarkan apa tanggung jawab SUAMI dan juga apa tanggung jawab ISTERI. Isteri bertanggung jawab tunduk kepada suami, bukan menanduk. Sedangkan tanggung jawab suami yaitu mengasihi isteri. Menjaga dan melindungi isteri dan bukan memaki atau memukul isteri.
TEMAN PEWARIS dari KASIH KARUNIA
“ Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.” I Petrus 3:7
Meskipun lemah, tetapi isteri itu teman pewaris, artinya: memiliki kedudukan yang sama di dalam kasih karunia Allah. Memang isteri harus tunduk kepada suami, tetapi suami harus mengasihi isteri, seperti Kristus mengasihi jemaat.
Kasih itu MEMBERI.
Memberi apa? Bukan hanya uang, tetapi memberikan perhatian & kasih sayang! Banyak suami yang berpikir yang penting sudah memberikan rumah yang bagus dan mobil mewah serta keuangan serta perhiasan yang banyak lalu tanggung jawabnya selesai.
Saya ingin beritahu suami-suami, isteri Anda lebih membutuhkan kasih sayangmu dari pada semua kekayaan yang bisa Anda berikan. Bukan berarti isteri-isteri itu tidak butuh uang, tetapi kekayaan saja tidak cukup. Yang terutama adalah perhatian dan kasih sayang Anda!
Karakter seorang isteri menurut firman Allah.
Amsal 31:10-31
“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata…”
Kata cakap dalam ayat di atas bukan kecakapan secara fisik atau kecakapan di bagian luar, tetapi kecakapan yang di dalam (inner beauty). Seorang isteri itu lebih berharga dari pada permata apabila dia memiliki kecantikan di dalam. Jadi kalau seorang isteri itu lebih berharga dari pada permata, sudah sepatutnya suami harus menjaga dan menaruhnya di tempat yang aman. Suami harus memperhatikan dan melindunginya.
Seringkali ada suami-suami yang kurang memperhatikan isterinya. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa memberikan waktu dan perhatian terhadap isterinya. Bahkan terkadang kalau di tempat kerja banyak masalah, sampai di rumah isteri yang jadi sasaran. Kemarahannya ditumpahkan kepada isteri. Akibatnya banyak isteri-isteri yang hatinya tergores dan terluka karena sikap suami.
Goresan Dalam Hati Isteri
Ada lagi suami-suami yang lebih memperhatikan mobilnya dari pada isterinya. Kalau mobilnya tergores sedikit saja dia bisa marah besar. Sampai isteri dimaki-maki. Dia lupa kalau makian itu justru bukan hanya menggores hati isterinya bahkan sampai melukai hati isterinya. Ironisnya banyak suami yang seolah tidak peduli dengan luka di dalam hati suaminya, bahkan luka yang satu belum sembuh dia buat luka yang berikutnya.
Apa karakter seorang isteri? Mari kita kembali membuka Amsal 31:11-30.
1. DAPAT DIPERCAYA (ayat 11)
Matius 25:14-30 mencatat sebuah perumpamaan yang Yesus ajarkan mengenai hamba yang diberi kepercayaan oleh tuannya untuk mengembangkan talenta. Yang diberi dua dan lima talenta dapat dipercayai oleh tuannya karena mereka mengembangkan talentanya sedangkan yang diberi satu talenta tidak dapat dipercayai. Dia menyembunyikan talenta itu di dalam tanah. Bagaimana dengan Anda?
2. BERBUAT BAIK (ayat 12)
Galatia 6:9 mengingatkan agar kita tidak jemu-jemu dalam berbuat baik. Karena apa yang kita tabur akan kita tuai. Jika kita menabur kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan. Sebab itu jika isteri ingin menuai kebaikan dalam rumah tangganya maka dia harus menabur kebaikan.
3. RAJIN BEKERJA (ayat 13)
Karakter ketiga dari seorang isteri adalah rajin bekerja, bukan pemalas. Jika seorang isteri itu malas bekerja, maka kemiskinan akan datang ke dalam rumah tangganya.
Silahkan Anda membaca dalam Amsal 6:6-9. Kemalasan akan mendatangkan kemiskinan dan kesengsaraan.
4. SUKA BANGUN PAGI (ayat 15)
Jam berapa Anda bangun? Jika Anda seorang isteri maka Anda harus bangun pagi-pagi. Jangan menunggu semua orang sudah bangun baru kemudian Anda baru turun dari tempat tidur. Bangunlah pada saat hari masih gelap, lalu berlutut dalam doa. Doakan suami dan anak-anak. Jadilah pendoa syafaat bagi mereka.
5. TIDAK BOROS (ayat 16)
Seorang isteri harus menggunakan keuangan dengan benar. Jangan membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Tetapi pergunakan keuangan Anda untuk sesuatu yang bermanfaat bagi Anda dan bagi keluarga Anda.
6. PELITANYA TIDAK PADAM (ayat 18)
Lukas 12:35 menuliskan, bahwa pinggang kita harus tetap berikat dan pelita harus tetap menyala. Artinya seorang isteri rohnya harus tetap menyala. Jangan biarkan roh Anda padam. Anda tidak akan bisa bekerja dan melayani keluarga dengan baik apabila roh Anda padam.
7. SUKA MENOLONG (ayat 20)
Seorang isteri atau sebagai gereja Tuhan kita harus suka menolong dan suka memperhatikan orang-orang yang kekurangan. Jangan jadi isteri yang pelit tetapi jadilah isteri yang murah hati. Jika Anda suka menolong, maka Tuhan juga akan menolong kebutuhan rumah tangga dan keluarga Anda.
8. OPTIMIS dg HARI DEPAN (ayat 25)
Artinya seorang isteri tidak boleh putus asa menghadapi setiap pergumulan. Tidak putus asa menghadapi anak-anak yang nakal. Tidak putus asa menghadapi suami yang tidak mau bertobat. Jika Anda seorang isteri yang sedang menghadapi banyak masalah, yakinlah Tuhan PASTI sanggup menolong Anda. Tertawalah dengan hari depan Anda.
9. MULUTNYA PENUH HIKMAT (ayat 26)
Seorang isteri yang bijaksana, mulutnya penuh dengan hikmat. Lidahnya penuh dengan kelemah-lembutan. Tidak kasar. Tutur katanya santun, penuh dengan kasih. Dengan perkataannya seorang isteri dapat memadamkan amarah dari suaminya.
Contoh seorang isteri yang bijaksana dan penuh dengan hikmat adalah Abigail. Silahkan baca: I Samuel 25.
10. TAKUT AKAN TUHAN (ayat 30)
Karakter isteri yang ke sepuluh adalah takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan merupakan kecantikan rohani dari seorang isteri. Jangan hanya cantik secara fisik, tetapi milikilah kecantikan di dalam sikap dan karakter Anda. Tuhan lebih tertarik dengan kecantikan rohani Anda dari pada kecantikan fisik Anda.
Amien.


0 comments:
Poskan Komentar