11 Mar 2011

Ruang Tunggu Kehidupan


RUANG TUNGGU KEHIDUPAN

Ada sebuah ruangan yang tidak disukai dalam sebuah gedung, entahkah gedung kantor pemerintah, perusahaan, rumah sakit, apotik, bengkel, bandara atau gedung-gedung yang lain. Tahukah Anda apa nama ruangan itu? Ya betul, ruang tunggu!

Jarang kita melihat orang berwajah riang pada saat berada di ruang tunggu. Biasanya justru terlihat wajah-wajah yang capek, bosan atau ngantuk. Itulah sebabnya di beberapa ruang tunggu sebuah gedung biasanya dipasang televisi atau tumpukan majalah dan koran ada di rak atau meja. Bahkan ada kantor-kantor yang ruang tunggunya sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi untuk akses internet.

Apa tujuannya? Supaya mereka yang berada di ruang tunggu tidak bosan.

Nah, tahukah Anda bahwa dalam kehidupan ini Tuhan juga menyediakan “ruang tunggu kehidupan” bagi Anda dan saya? Meskipun kita tidak suka, lelah dan bosan, kita tidak bisa menghindari ruang tunggu ini.

Ruang Tunggu Tokoh Alkitab

1. Ruang Tunggu ABRAHAM
Abraham harus masuk ke ruang tunggu kehidupan paling tidak selama duapuluh lima tahun sebelum ia menjadi bapa banyak bangsa.

Pada waktu ia berumur tujuhpuluh lima tahun, Tuhan berjanji akan membuat keturunan Abraham seperti bintang-bintang di langit (Kej 12:4, Kej 15:5).

Janji itu digenapi setelah Abraham berumur seratus tahun. Abraham dan Sara harus menunggu selama duapuluh lima tahun di ruang tunggu yang disediakan oleh Tuhan.

2. Ruang Tunggu YUSUF
Selama tigabelas tahun Yusuf harus berada di ruang tunggu sebelum dia meraih kesuksesan sebagai perdana menteri di Mesir.

Pada waktu berumur tujuhbelas tahun, Yusuf mendapatkan visi (janji) dari Tuhan untuk menjadi orang yang sukses (Kej 37:2-7). Visi itu baru menjadi kenyataan setelah ia berumur tigapuluh tahun (Kej 41:46). Itu berarti Yusuf harus menanti di ruang tunggu kehidupan selama tigabelas tahun. Apa yang dialami oleh Yusuf selama berada di ruang tunggu itu?

Bukan hal yang menyenangkan yang ia dapat selama menanti. Ia dibenci oleh saudara-saudaranya sendiri. Ia dibuang ke dalam sumur dan dijual kepada pedagang dari Median. Bahkan puncaknya setelah sedikit kesuksesan sudah ia raih sewaktu bekerja di rumah Potifar, justru ia difitnah oleh isteri Potifar lantaran Yusuf menolak untuk selingkuh. Akibatnya ia harus mendekam di dalam penjara yang gelap di Mesir.

Penjara inilah yang menjadi ruang tunggu Yusuf untuk menantikan janji Tuhan. Tidak ada televisi, tidak ada koran atau majalah apalagi akses internet. Yusuf harus berjuang untuk mengatasi rasa sepi dan kesendirian.

Tetapi rencana Tuhan tidak pernah gagal di dalam hidupnya. Penantiannya tidak sia-sia. Yusuf akhirnya keluar dari ruang tunggu kehidupan itu. Bukan hanya mendapatkan kebebasan dari penjara melainkan juga mendapatkan apa yang menjadi mimpinya, yaitu ia diangkat oleh Firaun menjadi penguasa di tanah Mesir.

Kej 41:41
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."

3. Ruang Tunggu MUSA
Musa harus menanti selama empatpuluh tahun di ruang tunggu sebelum ia berhasil melakukan tugas besar, yaitu membebaskan umat Israel dari belenggu Firaun.

Kis 7:23
“ Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.”

Pada waktu umur empatpuluh tahun, Musa gagal menjadi pembebas, walaupun ia memiliki kuasa yang besar di tanah Mesir. Tetapi empatpuluh tahun kemudian setelah ia dibawa masuk ke ruang tunggu oleh Tuhan di padang gurun Midian, Musa berhasil membebaskan umat Israel dari perbudakan.

Kis 7:30
“Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.”

4. Ruang Tunggu UMAT ISRAEL
Setelah bebas dari perbudakan Mesir, umat Israel tidak langsung bisa menikmati janji Tuhan. Mereka harus masuk ruang tunggu selama empatpuluh tahun di padang gurun sebelum mereka menikmati tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan yang penuh dengan kelimpahan (Kel 16:35, Ulangan 8:2-4).

Banyak respon yang umat Israel tunjukkan selama berada di ruang tunggu kehidupan. Seringkali mereka bersungut karena cobaan yang mereka hadapi. Banyak di antara mereka yang bimbang dan tidak percaya terhadap janji Tuhan. Belum lagi mereka memberontak dan mempersalahkan Musa. Akibatnya sebagian besar di antara mereka tewas di padang gurun.

I Korintus 10:5,10
“ Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.”

“ Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”


Bagaimana seharusnya sikap hidup kita sewaktu berada di ruang tunggu kehidupan?

1. Menunggu dengan SABAR
Ibrani 6:15
“ Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.”

Memang isteri Abraham pernah tidak sabar menanti anak perjanjian, sehingga ia menyarankan Abraham untuk kawin lagi. Hasilnya lahirlah Ismael (Kej 16:2).

Kemudian Abraham kembali bangkit untuk menanti anak yang Tuhan janjikan. Kesabarannya membuahkan hasil, Sara mengandung dan melahirkan Ishak setelah ia menanti selama duapuluh lima tahun di ruang tunggu kehidupan.

2. Menunggu dengan IMAN
Ibrani 11:11
“Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.”

Abraham tetap menanti dengan percaya meskipun secara manusia tidak mungkin isterinya bisa hamil karena selain sudah mati haid, isterinya juga sudah sangat tua. Tetapi iman Abraham berhasil mengalahkan kemustahilan.

3. Menunggu sambil BERJAGA-JAGA
Lukas 12:36-37
“Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.”

Kita bukan hanya menunggu penggenapan janji Tuhan tetapi juga sedang menunggu kedatangan Tuhan sebagai Mempelai Pria Sorga. Itulah sebabnya kita harus menunggu sambil berjaga-jaga dengan penuh kewaspadaan.

Selamat datang di ruang tunggu kehidupan sampai Tuhan menggenapi setiap janji-Nya!

0 comments: