
" Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." Kejadian 49:10
Tongkat kerajaan Yehuda merupakan lambang atau nubuatan mengenai tongkat yang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk membangun kerajaan-Nya di muka bumi.
Tongkat merupakan bagian penting dari kehidupan orang-orang pada jaman dulu. Tongkat menjadi identitas bagi sebagian orang pada waktu itu. Biasanya tongkat orang-orang pada jaman dulu selalu diukir dengan nama pemiliknya. Bahkan suatu waktu, untuk meneguhkan kepemimpinan Harun, duabelas suku harus membawa tongkat yang diukir dengan nama mereka ke hadapan Tuhan (Bilangan 17:1-9).
Untuk melangkah di tahun yang baru ini kita membutuhkan tongkat kerajaan. Tongkat ini penting bagi perjalanan hidup kita di tengah dunia yang gelap ini. Sebagaimana orang buta tidak bisa lepas dari tongkat, demikian pula dengan hidup kita. Kita membutuhkan tongkat kerajaan yang akan menuntun kita masuk ke dalam rencana Allah.
Mari kita periksa apa yang dimaksud dengan tongkat kerajaan.
1. TONGKAT KEBENARAN
Mazmur 45:7
" Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran."
Tongkat kebenaran adalah firman Allah karena kebenaran itu firman Allah. Tanpa firman Allah kita akan tersesat. Agar sepanjang tahun ini kita tidak salah jalan, maka firman Tuhan harus menjadi penuntun hidup kita. Firman Allah akan mengarahkan langkah kaki kita kepada tujuan hidup yang Tuhan telah tetapkan.
Itulah sebabnya setiap hari kita harus bergantung kepada tongkat kebenaran. Sesungguhnya kita tidak bisa dipisahkan dari tongkat kebenaran seperti orang buta yang tidak bisa sampai kepada tujuan kalau tidak ada tongkat di tangannya.
Firman Allah akan mendatangkan iman dalam hidup kita. Tantangan-tantangan di tahun ini harus kita hadapi dengan iman. Jangan takut dengan tantangan, karena tantangan merupakan alat yang Tuhan pakai untuk meningkatkan kualitas iman kita. Tantangan melatih iman kita.
2. TONGKAT KASIH KARUNIA
Ester 5:2
" Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu."
Tongkat kerajaan yang berikut adalah tongkat kasih karunia. Ester memiliki pengalaman dengan tongkat kasih karunia ini, yaitu ketika bangsa Yahudi hendak dimusnahkan oleh Haman. Mordekhai memberikan nasihat kepada Ester agar dia menghadap raja dan meminta belas kasihan raja agar bangsanya selamat dari maksud jahat Haman.
Untuk mengikuti saran dari Mordekhai, Ester harus berani bayar harga. Jaman itu ada satu aturan yang diterapkan oleh kerajaan, yaitu jika seseorang menghadap raja tanpa dipanggil, maka ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, apabila raja tidak berkenan, maka orang itu akan mati. Sebaliknya jika raja berkenan, maka raja akan mengulurkan tongkatnya. Itu adalah tongkat kemurahan.
Pada waktu Ester menghadap, raja senang dan memberikan kemurahan kepada Ester dengan bukti dia mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester. Kasih karunia diberikan kepada Ester bahkan raja akan memberikan apapun yang diminta oleh Ester. Luar biasa. Inilah kasih karunia.
Siap Kehilangan Nyawa
Kasih karunia itu didapat oleh Ester karena dia rela bayar harga. Dia siap untuk mati seandainya raja tidak berkenan. Ester tidak akan mendapatkan kemurahan itu apabila dia takut kehilangan nyawanya.
Ester 4:16b
Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
Saudara, kalau kita bersedia bayar harga, maka Tuhan akan memberikan tongkat kasih karunia kepada kita. Kalau kita tidak bersedia mati dari ego, mati dari keakuan dan mati dari kedagingan, maka kita tidak akan memperoleh tongkat kasih karunia.
3. TONGKAT OTORITAS
Kejadian 32:10
" ... sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan."
Tongkat Yakub
Yakub memiliki tongkat otoritas atau kuasa. Pada waktu Yakub meninggalkan kampung halamannya, dia tidak bawa apa-apa dan tidak punya apa-apa. Hanya tongkat yang dia bawa. Tetapi itu bukan sembarang tongkat. Itu adalah tongkat kuasa. Sehingga dia bisa memiliki dua pasukan.
Tongkat Musa
Demikian pula dengan Musa. Hanya berbekal tongkat, dia berhasil membawa bangsa Israel keluar dari belenggu Mesir.
Keluaran 4:17
" Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat."
Musa membawa tongkat otoritas di tangan nya. Dengan tongkat itu dia melepaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Ketika Musa mengangkat tongkat, Mesir menerima hukuman (baca: tulah). Tetapi bangsa Israel menerima kelepasan. Ketika Musa mengangkat tongkatnya, laut Teberau terbelah sehingga terbuka jalan keluar bagi orang Israel yang sedang dikejar-kejar oleh pasukan Mesir. Orang Israel selamat tetapi pasukan Mesir binasa.
Tongkat kuasa bagi orang benar merupakan pertolongan dan kelepasan tetapi bagi orang berdosa merupakan hukuman.
4. TONGKAT PENDISIPLINAN
Amsal 13:24
" Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya."
Tongkat kerajaan yang ke-empat yaitu tongkat pendisiplinan. Seperti seorang ayah menghajar anaknya dengan tongkat demikian pula dengan Bapa kita. Kalau anak kita berbuat kesalahan pasti akan kita tegur bahkan mungkin akan dihajar dengan tongkat karena kita mengasihi anak kita. Demikian pula dengan Tuhan. Karena kasihNya, Dia tegur dan hajar kita mungkin dengan penyakit, dengan kebangkrutan dalam usaha dan lain sebagainya agar kita sadar dan bertobat dari kesalahan kita.
5. TONGKAT PENGUKUR
Wahyu 11:1
Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya."
Tongkat kerajaan yang kelima adalah tongkat pengukur. Tuhan pakai untuk mengukur kedewasaan kita. Tuhan ukur apakah kita bisa menjadi mempelai atau tidak. Sebab itu mari kita periksa hidup kita.
Amin.


0 comments:
Poskan Komentar