26 Feb 2011

Airmata Tuhan

AIR MATA TUHAN

" Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu…”
Lukas 19:41-42


Apa yang menyebabkan Tuhan Yesus menangis? Paling tidak ada dua peristiwa yang dicatat di dalam Alkitab tantang tangisan Tuhan Yesus. Pertama, Ia menangis pada waktu peristiwa kematian Lazarus (Yoh 11:35). Kedua, Ia menangis melihat kondisi Yerusalem.

Seperti apa kondisi Yerusalem sehingga Tuhan Yesus menangisinya? Pada waktu Yesus memasuki Yerusalem, mereka memberikan keledai untuk dipakai sebagai kendaraan oleh Tuhan Yesus. Mereka memberikan “red carpet” (penghormatan) dengan cara menghamparkan baju mereka di tengah jalan untuk dilewati oleh Tuhan Yesus seperti yang saat ini sering dilakukan untuk menyambut kedatangan tamu negara (Lukas 19:36-38).

Bukankah mereka sudah memberikan penyambutan dan penghormatan yang terbaik untuk Tuhan Yesus? Mengapa Ia menangisi Yerusalem?

Minimal ada tiga hal yang membuat Tuhan Yesus menangisi Yerusalem:

1.Mereka tidak memiliki Damai Sejahtera
Lukas 19:42
Kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”

Inilah penyebab pertama mengapa Tuhan Yesus menangis, yaitu karena orang-orang di Yerusalem tidak memiliki damai sejahtera. Mereka melakukan banyak hal untuk Tuhan tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkan damai sejahtera. Mereka berkorban dan memuji Tuhan tapi sayangnya hidup mereka tidak ada damai. Hal inilah yang menyebabkan Tuhan Yesus mengeluarkan air mata.

2.Mereka tidak tahu waktu-Nya TUHAN
Lukas 19:44
”... dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Penyebab kedua Tuhan Yesus menangisi Yerusalem yaitu karena mereka tidak tahu lawatan Tuhan. Ternyata mereka hanya sibuk dengan penyambutan tanpa mengerti apa yang sesungguhnyan harus mereka kerjakan.

Apa yang seharusnya kita lakukan pada saat Tuhan melawat? Jangan hanya sibuk dengan seremonial tetapi berikanlah waktu untuk Tuhan berbicara. Jangan bertindak seperti Marta tetapi duduklah di dekat kaki Tuhan seperti Maria yang mengerti lawatan Tuhan (Luk 10:38-42).

3. Mereka membiarkan Bait Allah menjadi sarang penyamun
Lukas 19:45-46
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Tuhan Yesus menangisi Yerusalem karena Bait Allah sudah berubah fungsi. Bait Allah sudah jadi sarang penyamun. Bait Allah sudah tidak menjadi rumah doa melainkan sudah menjadi rumah dosa.

Tuhan akan menangisi hidup kita jika hidup kita tidak lagi menjadi rumah doa karena sesungguhnya hidup kita adalah Bait Allah yang hidup (I Kor 3:16).

Apa yang harus kita lakukan agar air mata Tuhan tidak sia-sia dalam hidup kita?

Tidak cukup hanya sekedar memberikan fasilitas dan penghormatan kepada Tuhan. Kita harus mengerti kapan Tuhan melawat kita, kita juga harus sungguh-sungguh menjadikan hidup kita sebagai rumah doa serta hidup dalam damai sejahtera.

Nah sekarang kita akan melihat apa yang bisa mendatangkan damai sejahtera untuk kita. Damai sejahtera untuk pelayanan kita, damai sejahtera untuk kota kita, damai sejahtera untuk rumah tangga kita, damai sejahtera untuk pekerjaan dan bisnis kita.

1.BERDAMAI dengan ALLAH.
Efesus 2:14-17
”Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan... dan untuk memperdamaikan keduanya...”

Jadi hal pertama agar memiliki damai sejahtera adalah kita harus berdamai dengan Allah. Orang Yerusalem berseteru dengan Allah, mereka menolak Yesus.

Begitu juga kalau kita mau memiliki damai sejahtera dalam hidup kita, maka yang perlu kita perhatikan adalah kita harus berdamai dengan Allah terlebih dahulu. Beberapa orang kristen ada yang tidak mau berdamai dengan Tuhan. Kelihatannya mereka rajin ke gereja, tetapi kenyataannya hidup mereka tidak ada perdamaian dengan Tuhan. Ada dosa yang disembunyikan!

2. HIDUP dalam KEBENARAN
Yesaya 32:17
”Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.”

Hidup dalam Kebenaran artinya hidup sesuai dengan firman Allah. Setelah berdamai dengan Tuhan, hal kedua yang perlu untuk damai sejahtera kita yaitu kita harus hidup sesuai dengan firman-Nya.

Bawalah kebenaran itu ke dalam rumah Anda agar ada damai sejahtera ada dalam rumah Anda. Kekayaan Anda tidak dapat membuat Anda penuh dengan damai sejahtera kalau Anda sendiri belum berdamai dengan Allah dan jikalau Anda belum hidup sesuai dengan firman-Nya.

3. HATI yang TEGUH
Yesaya 26:3
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”

Hal ketiga yang penting untuk damai sejahtera kita adalah hati kita harus tetap teguh. Ada orang kelihatan fisiknya kuat tetapi rohnya lemah, tidak punya keteguhan di dalam hati. Orang yang seperti ini gampang disesatkan, gampang diombang-ambingkan.

Seseorang tidak punya keteguhan hati kalau dia tidak sungguh-sungguh hidup di dalam pengajaran sebaliknya kalau orang itu hidup dalam pengajaran maka ia tidak akan mudah melepaskan pengajaran dan ia akan memiliki hati yang teguh.

Kita harus berdiri teguh: teguh dalam komitmen, teguh dalam panggilan juga tetap teguh dalam penderitaan.

4. TURUTI KEINGINAN ROH
Roma 8:6
“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”

Hal terakhir yang penting untuk damai sejahtera kita adalah turutilah keinginan roh. Dalam hati kita ada dua macam keinginan ada keinginan yang baik dan ada pula keinginan yang tidak baik, tergantung dari kita mau memilih yang mana. Turutilah keinginan roh, maka damai sejahtera akan datang dalam hidup Anda.

Akhirnya, jangan sia-siakan air mata Tuhan agar damai sejahtera dan anugerah-Nya tetap menyertai hidup kita. Amin.

Published with Blogger-droid v1.6.7

0 comments: