13 Mar 2009

Pentingnya Penggembalaan

” Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”
Mazmur 27:4
Bacaan: Mazmur 27:4-6

Daud seorang yang memiliki kekayaan dan jabatan yang tinggi, karena dia seorang raja. Tetapi kekayaan dan jabatannya tidak bisa memberikan kepuasan dan kebahagiaan yang sejati. Masih ada yang kurang di dalam diri Daud. Hal itu terbukti dengan sebuah permintaan yang diajukan kepada Tuhan.

Apa permintaan Daud?
Dari bacaan kita pada hari ini kita mengetahui apa yang Daud minta. Daud meminta supaya dia dapat diam di dalam rumah Tuhan seumur hidupnya.

Mazmur 23:6
“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

Kalimat di atas merupakan ungkapan hati Daud untuk setia di rumah Tuhan. Ini berbicara mengenai komitmen Daud kepada Tuhan.

Kerinduan Daud untuk tinggal di rumah Tuhan ini dikaitkan dengan penggembalaan. Diam di rumah Tuhan itu berarti berbicara mengenai tinggal di tempat penggembalaan.

Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Jadi, setia di rumah Tuhan artinya setia berbibadah di tempat penggembalaan.Minggu lalu kita sudah bahas mengenai kesetiaan dan komitmen Daniel dalam hal ibadahnya kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan memberikan kehormatan kepada Daniel meskipun dia harus melewati lembah kekelaman di dalam goa singa.

Sebab itu jangan ada di antara kita yang mengabaikan ibadah. Ibadah itu berguna bukan hanya untuk perkara-perkara rohani melainkan berguna untuk hidup sekarang ini (jasmani) dan hidup yang akan datang (rohani).

I Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ada orang mungkin berkata: “ Percuma kamu beribadah. Keadaanmu tetap sama saja!”

Apa betul ibadah kita percuma?
Ya, kalau kita beribadah tidak dengan segenap hati (Matius 15:8-9). Tetapi kalau kita beribadah dengan segenap hati, Tuhan membuat perbedaan dengan orang-orang yang tidak beribadah.

Sebab itu jangan lagi kita berkata: “Percuma kamu beribadah!” hanya karena kita melihat anak, isteri atau suami hidupnya tidak berubah. Perubahan itu membutuhkan waktu. Tidak bisa orang itu rajin beribadah dalam satu bulan langsung kudus kayak Tuhan Yesus.

Tuhan pernah memberikan teguran keras kepada orang Israel karena mereka berkata: “sia-sia beribadah kepada Allah!”

Maleakhi 3:13
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah...!"

Jangan sampai kita dianggap kurang ajar oleh Tuhan karena perkataan kita. Hati-hati dengan lidah Anda karena Tuhan mencatat setiap apa yang kita ucapkan.

Maleakhi 3:16
Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Tuhan menghendaki Anda dan saya setia beribadah di tempat penggembalaan karena penggembalaan merupakan:

1. Tempat Menikmati Kemurahan-Nya
“...diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”

Setiap orang yang setia beribadah di tempat penggembalaan akan menemukan kemurahan Tuhan karena Dia tidak akan membiarkan mereka kekurangan.

Kehidupan Daud bergantung penuh kepada kemurahan Allah. Begitu pula seharusnya kehidupan Anda dan saya. Ketika kita bergantung kepada kemurahan Allah, maka Allah bertanggung jawab untuk memelihara hidup kita sehingga kita tidak akan pernah kekurangan.

“ Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku...”

Jika kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Gembala kita, maka kita akan hidup dalam kemurahan-Nya. Dia akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan domba-domba-Nya. Sebagai Gembala, Tuhan pasti mencukupi apa yang menjadi kebutuhan kita baik rohani maupun jasmani.

2. Tempat Perlindungan
Mazmur 27:5
“ Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.”

Domba yang berada di dalam kandang akan aman dari ancaman serigala atau singa yang buas. Begitu pula dengan setiap orang kristen yang tinggal di kandang penggembalaan, akan mendapatkan perlindungan dari Gembala Agung. Di tempat penggembalaan kita akan aman dari serangan kuasa kegelapan.

Tidak sedikit orang-orang kristen yang menjadi korban dari kuasa gelap karena mereka tidak tinggal di tempat penggembalaan.

Ingat Daniel? Dia dilindungi oleh Tuhan ketika berada di goa singa karena kesetiaannya beribadah kepada Tuhan.

Daniel 6:11
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Begitu pula dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketiga pemuda Yahudi yang takut akan Tuhan ini harus berhadapan dengan perapian yang menyala-nyala, tetapi karena komitmennya kepada Tuhan, akhirnya Tuhan lindungi. Tidak ada bau hangus di tubuh mereka.

Sebab itu setialah beribadah di tempat penggembalaan agar hidup Anda, keluarga dan usaha Anda dijaga dan dilindungi oleh Tuhan.

3. Tempat Berkorban
Mazmur 27:6
“ Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.”

Penggembalaan merupakan tempat bagi kita untuk berkorban. Apa yang harus kita korbankan?

Sebagai keluarga Allah yang ditanam di tempat penggembalaan, kita harus bersedia berkorban waktu, pikiran, tenaga maupun harta kita untuk Tuhan. Bahkan kita juga harus siap untuk berkorban perasaan.

Milikilah kesukaan untuk diam di rumah Tuhan seumur hidup kita. Amin.

1 comments:

Salah satu contoh buah pengembalaan adalah yang menulis artikel ini...jadi jangan pernah remehkan yang namanya PENGEMBALAAN...Gbu