13 Mar 2009

Buah Ketekunan

” Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
Kis 2:42


Gereja mula-mula bertumbuh secara kualitas dan secara kuantitas. Pengikut Yesus pada jaman itu bertumbuh secara kualitas. Semakin hari mereka semakin dewasa.

Tuhan menghendaki seiring dengan pertumbuhan usia kita kedewasaan rohani kita juga mengalami pertumbuhan. Bukan hanya umurnya bertambah tetapi rohaninya tetap kanak-kanak.

Jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan dan pertambahan. Tiap-tiap hari ada jiwa-jiwa yang diselamatkan. Apa rahasianya? Karena di dalam jemaat ada mujizat dan tanda ajaib.

Mujizat yang terbesar bukanlah ketika orang yang lumpuh bisa berjalan atau bahkan orang yang mati dibangkitkan melainkan ketika hidup kita diubahkan oleh Tuhan.

Rahasia pertumbuhan gereja mula-mula ada di dalam ayat ini:

“ Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”
Kis 2:42

Kunci untuk mengalami pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas dalam hidup yaitu: bertekun. Jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran dalam persekutuan dan dalam doa.

Begitu pula dengan Anda dan saya. Kita harus bertekun dalam tiga macam ibadah utama, yaitu ibadah Raya, ibadah Pemahaman Alkitab dan ibadah Doa. Ini adalah tiga macam alat di dalam Ruang Kudus dalam Tabernakel.

Jika setiap jemaat mau bertekun dalam tiga macam ibadah ini, maka gereja kita akan mengalami pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas. Ketika gereja sungguh-sungguh menjadi rumah Tuhan, maka mujizat pasti terjadi di tengah-tengah jemaat.

Anda mungkin masih ingat waktu Tuhan Yesus masuk Bait Allah, sebelum terjadi mujizat Tuhan lebih dahulu membersihkan bait Allah. Kenapa harus dibersihkan? Karena Bait Allah dikotori oleh para pedagang merpati dan penukar uang.

Saat itu Bait Allah sudah berubah fungsi, bukan sebagai rumah doa melainkan sudah menjadi sarang penyamun atau rumah dosa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengembalikan fungsi rumah Allah sebagai rumah doa.

Matius 21:12-13
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Setelah bait Allah kembali kepada fungsinya, maka terjadilah mujizat dan tanda ajaib. Orang-orang yang buta dicelikkan dan yang timpang dapat berjalan.

Apabila di dalam gereja ada persekutuan, pengajaran dan doa-doa yang dinaikkan, maka akan ada mujizat. Perbuatan tangan Tuhan yang ajaib akan terjadi di dalam gereja.

Buta Rohani
Matius 21:14
Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

Tuhan tidak menghendaki anak-anaknya buta. Mungkin mata jasmaninya tidak buta tetapi mata hati dan mata imannya yang buta.

Apa yang menjadi penyebab mata rohani seseorang buta?

1. Tidak Percaya Injil
II Kor 4:3-4
”Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”

Ketidakpercayaan terhadap firman Allah akan membutakan mata rohani seseorang. Sebab itu jangan sampai ada benih ketidakpercayaan di dalam hati kita.

2. Tidak Bertumbuh
2 Pet 1:5-9
“ Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”

Iman kita harus bertumbuh. Iman yang benar akan membawa kita kepada penguasaan diri, kesalehan, ketekunan dan kasih. Jika tidak bertumbuh, maka kita bisa menjadi buta hati dan buta iman.

3.Benci dalam hati
I Yoh 2:9-11
”...Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.”

Kebencian akan membutakan hati kita. Sebab itu jangan menyimpan kebencian dan kepahitan dalam hati Anda.

4. Merasa diri sudah Kaya
Why 3:17-18
”...Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,”

Jika kita hanya membanggakan kekayaan jasmani saja, hal itu bisa membuat kita buta di mata Tuhan. Sebab itu mari kita singkirkan semua hal yang dapat membuat Anda dan saya mengalami kebutaan rohani.

Ketekunan kita dalam pengajaran dan dalam doa akan menyingkirkan kebutaan dari dalam hati kita.

Ketekunan juga akan mendatangkan:

1. Mujizat dan Tanda Ajaib (Kis 2:43)
Ketekunan akan mendatangkan mujizat dalam rumah tangga kita, dalam bisnis dan pekerjaan kita. Ketekunan kita dalam pengajaran akan menghasilkan mujizat yang besar.

Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang tekun. Ketekunan akan membentuk pribadi yang tangguh dan tidak mudah putus asa atau tidak mudah menyerah kepada keadaan. Ketekunan akan membawa seseorang ke pintu gerbang kesuksesan.

2. Kesatuan (Kis 2:44)
Kalau kita tekun dalam ibadah, tekun dalam pengajaran dan tekun dalam doa, maka akan menghasilkan kesatuan. Kalau kita bersatu maka Tuhan akan memerintahkan berkat.

Apa yang menyatukan kita? Pengajaran firman Allah. Kalau suami isteri dan anak-anak tekun dalam pengajaran, maka keluarganya akan kuat karena bersatu.

3. Sikap Saling berbagi (Kis 2:45)
Ketekunan dalam pengajaran akan membuat kita suka berbagi. Pengajaran firman Allah sanggup mengubah kita menjadi suka memberi dan berbagi.

Bagaimana dengan Anda???

0 comments: