24 Jan 2009

Pergantian Tahun

Oleh anugerah-Nya kita dapat melewati tahun 2008 bersama dengan Tuhan. Apa yang harus kita lakukan di saat pergantian tahun ini?

Pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan minimal tiga hal penting:

1. Mensyukuri Berkat dan Anugerah-Nya
Setiap pergantian tahun merupakan waktu yang sangat baik untuk kita mensyukuri setiap berkat dan pertolongan Tuhan dalam hidup, keluarga, pekerjaan dan pelayanan kita. Selama 365 hari Tuhan sudah menjaga dan mencukupi semua yang menjadi kebutuhan kita.

Sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Nafas hidup yang kita masih bisa nikmati itu anugerah dari Tuhan yang harus kita syukuri. Makanan yang kita makan, minuman yang kita minum dan semua yang kita bisa dapatkan merupakan berkat dari Tuhan yang atasnya kita patut naikkan ucapan syukur kepada Dia yang memberikan-Nya.

Segala sesuatu yang terjadi di sepanjang tahun 2008, entahkah hal yang baik maupun yang buruk yang menimpa kita dapat Tuhan buat untuk kebaikan kita. Bukankah firman Allah berkata bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita? Kesulitan dan berkat, penderitaan dan mujizat Tuhan bisa pakai untuk mendewasakan rohani kita.

Tuhan mendewasakan kita bukan hanya melalui pengajaran firman Allah. Pengajaran yang kita dengar akan mendatangkan pengetahuan bagi kita, tetapi pengajaran yang kita lakukan akan menghasilkan sikap atau gaya hidup Kristus.

Berkat dan Kesukaran
“ Tahun demi tahun berlalu menambah USIA kita, peristiwa demi peristiwa terjadi mendewasakan SIKAP kita.”

Tuhan tidak ingin kita hanya menjadi pendengar firman yang setia, tetapi Tuhan rindu kita menjadi pelaku firman.

Di gereja kita mendengar pengajaran, tetapi itu baru teori. Agar pengajaran itu mendatangkan perubahan sikap dalam hidup kita, maka Tuhan akan ijinkan kita berhadapan dengan situasi yang tidak enak. Sikap dan perkataan orang dapat Tuhan pakai untuk mendewasakan iman, kasih dan pengharapan kita. Kesukaran dan penderitaan dapat Tuhan pakai untuk membuat kita lebih dewasa.

Kedewasaan rohani seseorang tidak diukur dari berapa banyak pengetahuan firman yang dia miliki tetapi diukur dari berapa banyak firman yang dia lakukan.

“ Reaksi seseorang terhadap sebuah kejadian sesungguhnya menunjukkan keaslian dan kedewasaan orang itu.”

Itulah sebabnya kita patut mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita agar kita dapat bertumbuh menjadi lebih dewasa. Tahun yang baru harus lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah yang datang dalam hidup kita. Mari kita syukuri semua yang telah terjadi dalam hidup kita di sepanjang tahun 2008, agar kita bisa melangkah di tahun baru dengan sikap hati yang murni dan bersih.

Bersyukurlah atas setiap berkat yang Tuhan telah berikan di tahun 2008, sekecil apapun berkat itu, agar Tuhan memberikan kepada kita berkat yang lebih besar di tahun yang baru.

2. Mengevaluasi Kehidupan
Hal kedua yang penting untuk kita lakukan di saat pergantian tahun adalah mengevaluasi kehidupan kita. Mengevaluasi keputusan-keputusan yang telah kita buat. Mengevaluasi perkataan dan tindakan yang telah kita lakukan serta mengevaluasi akibat dan hasil dari setiap perbuatan kita.

Setiap tahun, saya bersama keluarga selalu mengambil waktu khusus di akhir tahun untuk mengevaluasi perjalanan hidup dalam rumah tangga dan pelayanan. Menjelang waktu pergantian tahun, setelah bersyukur kepada Tuhan dalam doa, kami saling memaafkan atas kesalahan yang telah kami lakukan sepanjang tahun yang telah lewat.

Semua itu saya dan keluarga lakukan karena tidak ingin memasuki tahun yang baru dengan membawa masalah atau kekecewaan yang terjadi di tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan Anda? Tinggalkan semua kekecewaan dan ketersinggungan di tahun yang lama. Jangan bawa kepahitan dan rasa sakit di tahun yang baru. Berdamailah dengan siapa Anda harus berdamai. Kesalahan suami, isteri, anak atau orang tua harus kita tinggalkan agar tapaki tahun yang baru dengan hati yang baru pula.

3. Meningkatkan Kewaspadaan
Hal ketiga yang penting untuk kita lakukan di saat pergantian tahun adalah meningkatkan kewaspadaan. Pergantian tahun merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh kebanyakan orang. Sebagian besar dari kita merayakan saat pergantian tahun dengan suasana yang penuh sukacita. Pesta kembang api menjadi acara wajib bagi sebagian orang.

Makan minum, pesta pora seringkali mewarnai saat pergantian tahun. Padahal saat pergantian tahun merupakan saat di mana kita harus meningkatkan kewaspadaan. Kenapa? Karena pada waktu kita itulah iblis mendapatkan kesempatan besar untuk menyerang kehidupan kita.

Waktu Berperang
Sejak jaman raja-raja perjanjian lama, pergantian tahun merupakan waktu untuk berperang.

II Samuel 11:1
“Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.”

Apa yang terjadi dengan raja Daud pada saat pergantian tahun? Daud dikalahkan oleh hawa nafsunya. Dia berjinah dengan isteri Uria. Kenapa bisa? Karena dia santai. Orang lain berperang, dia malah jalan-jalan di istananya (Baca: II Sam 11:1-27).

Waktu iblis menyerang
II Raj 13:20
“ Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.”

Pergantian tahun biasanya dipakai oleh musuh untuk memasuki negeri. Hal itu juga bisa terjadi dalam hidup kita. Iblis bisa masuk ke dalam “negeri” (keluarga dan gereja) di saat pergantian tahun.

Anda lihat, berapa banyak rumah tangga yang ribut di saat pergantian tahun? Gara-gara makanan mereka ribut. Gara-gara baju baru mereka ribut. Gara-gara kembang api mereka ribut. Gara-gara memilih tempat liburan mereka ribut.

Begitu pula dengan gereja. Kalau tidak waspada gereja juga bisa ribut. Gara-gara acara beberapa orang bisa tersinggung dan tersandung. Sebab itu kita harus waspada saat pergantian tahun agar iblis tidak diuntungkan.

Akhirnya, mari di saat pergantian tahun ini kita terus menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan dan terus mengoreksi diri kita serta meningkatkan kedewasaan dan kewaspadaan agar di tahun yang baru kita dapat mengatasi setiap masalah dan kesukaran dengan sikap hati yang benar. Tinggalkan semua yang lama dan hadapilah tantangan di tahun yang baru dengan semangat dan pengharapan yang baru. Amin.

0 comments: