24 Jan 2009

Didikan dan Ajaran

Melalui ayat di atas Tuhan ingin membawa kita untuk menikmati masa depan yang lebih baik. Kata “karangan bunga yang indah bagi kepalamu” itu mengandung pengertian kemuliaan dan kehormatan.

Setiap orang tentu menginginkan masa depan yang lebih baik. Hidup sukses, diberkati, kaya kemudian mati masuk sorga. Seorang atlit yang bertanding tentu saja ingin mendapatkan mahkota sebagai juara. Mahkota kemenangan itu hanya bisa didapatkan apabila mentaati semua aturan.

Begitu pula dengan masa depan kita. Kita akan meraih masa depan kita apabila kita mengikuti aturan dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apa kata firman Allah agar kita dapat meraih masa depan yang lebih baik?

“Dengarkan didikan ayahmu dan ajaran ibumu!”

Tuhan memberikan seorang ayah dan ibu, baik jasmani maupun rohani dengan tujuan untuk mendidik dan mengajar kita agar kita berhasil.

Tanggung jawab orangtua adalah memberikan didikan dan ajaran kepada anak-anaknya. Tanggung jawab seorang anak yaitu mendengarkan dan mengikuti didikan dan ajaran dari orangtua. Masa depan seorang anak sangat dipengaruhi oleh didikan dan ajaran dari ayah dan ibunya.

Tanggung jawab Orangtua
Ulangan 6:6
“ Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Manfaatkanlah setiap kesempatan untuk mendidik dan mengajar anak-anak Anda berulang-ulang sesuai dengan kebenaran, maka anak-anak Anda akan dapat meraih masa depan mereka.

Amsal 1:8
”Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu...”

Kata “didikan” (Ibrani: “musar”), mengandung beberapa pengertian: mendisiplin, menghukum dan mengoreksi.

Sedangkan dalam Ibrani 12:5
“ Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya...”

Kata “didikan” (Yun: “paideia”) artinya: memberi pelajaran (edukasi) dan melatih (training).

Jadi, dalam keluarga harus ada didikan dalam bentuk pendisiplinan kepada anak-anak yang bersalah. Pendisiplinan atau hukuman itu merupakan alat untuk melatih dan memberikan pelajaran kepada anak-anak sehingga mereka mengalami perbaikan dalam hidup mereka.

Itulah sebabnya sebagai anak-anak jasmani maupun rohani jangan sampai kita menolak didikan dan ajaran dari orangtua kita baik di rumah maupun di gereja.

Menolak Didikan = Bodoh

Amsal 1:7
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Orang yang menolak didikan itu orang yang bodoh. Kenapa bodoh? Karena orang yang tidak mau dikoreksi dan tidak mau didisiplin akan kehilangan masa depannya.

Apa artinya orang bodoh?

1. Orang yang tidak mengikuti perintah

I Sam 13:13
Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

Saul ini raja yang bodoh karena dia tidak mengikuti perintah Tuhan. Dia raja yang tidak mentaati petunjuk Tuhan. Akibatnya dia kehilangan takhta bahkan kehilangan nyawanya di medan perang.

Jika Anda tidak mentaati perintah Tuhan maka sesungguhnya Anda orang yang bodoh. Bukan bodoh secara akademis melainkan bodoh di mata Tuhan.

2. Orang yang tidak mau dikoreksi

Ciri kedua orang yang bodoh adalah apabila orang itu tidak mau dikoreksi.

Saul, adalah contoh orang yang tidak mau dikoreksi. Dia berdalih-dalih ketika ditanya oleh nabi Samuel tentang ketidaktaatannya kepada Tuhan (I Sam 15:1-30).

Sedangkan Daud adalah contoh orang yang mau dikoreksi. Meskipun secara manusia kesalahan Daud lebih berat daripada Saul (berjinah dengan Batseba dan membunuh Uria) tetapi karena Daud mau ditegur dan dikoreksi oleh Tuhan melalui nabi Natan akhirnya Daud dipulihkan bahkan kerajaannya tidak tergoyahkan (II Sam 12:1-13).

3. Orang yang cepat naik darah

Amsal 14:17
“Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”

Orang yang lekas naik darah adalah orang yang bodoh. Sebab itu singkirkan roh amarah dari dalam hati Anda!

4. Orang yang tidak menepati janji

Pkh 5:3
“Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.”

Orang bodoh selanjutnya yaitu mereka yang bernazar atau berjanji tetapi tidak menepati. Kalau Anda tidak ingin jadi orang bodoh di mata Tuhan segera tepati nazar Anda. Jangan menunda-nunda menepati janji Anda!

5. Orang yang mengumpulkan harta untuk diri sendiri.

Luk 12:20-21
Tetapi firman Allah kepadanya: “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Tuhan memberkati kita agar kita menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan ingin menjadikan kita seperti danau Galilea yang di dalamnya banyak ikan-ikan yang hidup. Danau Galilea menjadi tempat ikan-ikan hidup karena danau ini menyalurkan air, bukan hanya menerima.

Beda dengan Laut Mati. Laut ini dikatakan laut mati karena memang di dalamnya tidak ada kehidupan. Kadar garamnya sangat tinggi. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena laut Mati hanya menampung dan menyimpan tetapi tidak menyalurkan air.

Tuhan tidak menghendaki Anda dan saya hanya menampung berkat-berkat Tuhan tanpa menyalurkannya. Karena kalau demikian kita seperti laut mati. Sebagai keturunan Abraham kita harus menjadi berkat.

Kejadian 12:2
“ Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”

Mari, mulai hari ini jangan kita menjadi orang yang bodoh. Bagikan apa yang Tuhan telah berikan kepada Anda karena apa yang telah kita kumpulkan tidak bisa kita bawa kalau kita mati. Mari kita berbagi dengan orang lain.
Amin.

0 comments: