" Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur."
Matius 2:11
Untuk kesekian kalinya kita kembali merayakan kelahiran Yesus Kristus. Apa yang sesungguhnya yang telah dan akan kita lakukan dalam merayakan kelahiran-Nya? Bagaimana respon kita terhadap natal?
Hari ini saya mau ajak saudara melihat tiga macam reaksi terhadap kelahiran Yesus.
1. Respon Ahli Taurat
Matius 2:4-5
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi..."
Imam kepala dan ahli Taurat menyelidiki berita mengenai kelahiran Yesus, tetapi sayang sekali mereka hanya menjadi "penyelidik" dan tidak menjadi pelaku firman yang mereka selidiki.
Jika Anda hanya menyelidiki firman Allah dan tidak melakukannya, maka Anda sama dengan ahli Taurat yang tidak percaya dan tidak mengakui bahwa Yesus itu Mesias.
2. Respon Herodes
Matius 2:8
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."
Waktu mendengar bahwa akan ada seorang raja yang lahir, Herodes meminta agar segera diselidiki di mana tempat bayi itu dilahirkan karena dia akan "menyembah Dia."
Benarkah Herodes mau menyembah bayi Yesus yang dilahirkan oleh Maria? Tentu saja tidak. Di mulut dia berkata akan menyembah tetapi sesungguhnya dia mau membunuh bayi Yesus. Kenapa? Karena dia tidak ingin ada raja baru yang akan menyaingi dirinya (Mat 2:13-16).
Kecemburuan dan irihati yang ada di dalam diri Herodes pada akhirnya melahirkan roh pembunuhan di dalam hidupnya.
Menurut seorang ahli sejarah yang bernama Yosephus, Herodes itu raja yang kejam dan haus darah. Usia 18 tahun dia membunuh iparnya yang bernama Aristobulus, karena di Yerusalem Aristobulus lebih dikagumi dari pada Herodes. Bahkan, kakek, isteri dan mertuanyapun menjadi korban keganasan Herodes. Puncaknya ketika bayi Yesus dilahirkan, dia memerintahkan untuk membunuh semua bayi yang dilahirkan pada waktu itu.
3. Respon Orang Majus
Matius 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Bagaimana respon orang Majus terhadap kelahiran Yesus? Orang Majus ini gambaran dari orang-orang yang mencari kehendak Allah. Kerinduannya untuk bertemu dengan bayi Yesus akhirnya berbuah kebaikan. Dia sungguh-sungguh berjumpa dengan Yesus secara pribadi.
Jika Anda mencari kehendak Allah seperti orang Majus, maka Anda akan berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Jika Anda berjumpa dengan Tuhan pasti hidup Anda akan berubah.
Banyak contoh di alkitab orang-orang yang berjumpa dengan Tuhan secara pribadi hidup mereka berubah. Abraham yang mustahil bisa memiliki anak karena isterinya mandul akhirnya berhasil menjadi bapa banyak bangsa karena dia bertemu dengan Tuhan. Begitu pula dengan Paulus. Sebelum bertemu dengan Tuhan, Saulus sangat menentang Jalan Tuhan, tetapi akhirnya menjadi seorang yang sangat radikal dalam pemberitaan Injil karena dia bertemu dengan Tuhan secara pribadi.
Kalau Anda bertemu dengan Tuhan, maka akan banyak terjadi perubahan dalam hidup Anda. Pemulihan akan terjadi dalam keluarga dan pernikahan Anda bahkan mujizat akan terjadi dalam bisnis dan pekerjaan Anda.
Perjumpaan Orang Majus
Selama berhari-hari orang Majus mencari di mana bayi Yesus dilahirkan. Mereka harus mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan harta mereka untuk bisa bertemu dengan Sang Mesias.
Apa yang dilakukan oleh orang Majus setelah berjumpa dengan bayi Yesus?
Memberikan PENYEMBAHAN
Matius 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia..."
Hal pertama yang dilakukan orang Majus pada waktu bertemu dengan bayi Yesus yaitu sujud menyembah. Inilah respon yang yang seharusnya juga kita lakukan pada saat kita merayakan kelahiran-Nya. Tetapi banyak orang kristen yang lebih sibuk membuat kue natal dan menghias pohon natal dari pada menyembah Tuhan. Bahkan perayaan natal terkadang terkesan hanya sekedar pesta pora dan seremonial belaka sehingga kehilangan nilai spiritualnya.
Memberikan PERSEMBAHAN
Matius 2:11
Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Setelah sujud menyembah, orang-orang Majus memberikan persembahan. Apa yang mereka persembahkan? Mereka mempersembahkan tiga barang mewah yang ada pada jaman itu. Persembahan mereka mengandung unsur nubuatan tentang apa yang akan terjadi di dalam diri Yesus.
1. Persembahan EMAS
Emas merupakan persembahan untuk seorang raja. Persembahan orang Majus ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa dia mengakui bahwa bayi yang baru dilahirkan itu akan menjadi seorang Raja. Emas merupakan sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Mari kita berikan persembahan bagi Raja kita sesuatu yang berharga. Apa itu sesuatu yang berharga?
a. Kehidupan yang disucikan
2 Timotius 2:20-21
“ Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.."
Mari berikan hidup Anda untuk disucikan oleh Tuhan dengan cara meninggalkan semua kejahatan dan membuang cara hidup yang lama agar penyembahan dan persembahan kita berharga di mata Tuhan.
b. Kehidupan yang Teruji
I Petrus 1:7
“ Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”
Kehidupan yang teruji digambarkan seperti emas yang dimurnikan di dalam api. Hidup kita semakin berharga di mata Tuhan setelah melewati ujian demi ujian.
Segala sesuatu harus diuji. Agar iman kita bertumbuh, maka iman kita harus diuji melalui kesulitan atau penderitaan. Agar kasih kita bertumbuh, maka Tuhan akan ijinkan ada orang-orang yang memusuhi kita. Agar kesabaran kita bertumbuh, maka Tuhan akan pakai orang-orang yang ada di dekat kita (suami, isteri atau anak-anak) untuk membentuk kesabaran kita.
Iman yang teruji: kapan iman kita diuji? Iman kita diuji pada waktu kebutuhan kita bertambah. Iman kita diuji pada waktu kita menghadapi kesulitan, penyakit atau penderitaan.
Kasih yang teruji: kasih kita diuji pada saat ada orang-orang yang memusuhi atau membenci kita. Kasih kita teruji apabila kita bias mengasihi orang yang membenci kita.
Kesabaran yang teruji: kesabaran kita diuji pada waktu doa-doa kita belum terjawab. Kesabaran kita juga diuji melalui sikap orang-orang yang ada di dekat kita. Suami, isteri, anak-anak, mertua, menantu, karyawan, majikan, rekan kerja dapat dipakai oleh Tuhan untuk menguji kesabaran kita.
Kesetiaan yang teruji: Alkitab berkata: jika kita setia dengan perkara yang kecil, Tuhan akan memberikan kita tanggung jawab dalam perkara yang besar. Kalau Anda setia dengan gaji kecil, Tuhan akan berikan gaji yang besar. Kalau Anda setia dengan pekerjaan yang kecil, Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam pekerjaan yang besar.
Tahun 1989 setelah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, saya merantau ke kota Makassar. Saya bekerja sebagai office boy (OB, cuman bedanya gak masuk Televisi!). Kemudian saya kerja sebagai kuli bangunan. Waktu itu hampir saya pulang ke Jawa. Tetapi saya selalu diingatkan oleh firman Tuhan tadi, setia perkara kecil, Tuhan beri perkara besar. Akhirnya, firman itu terbukti. Kemudian saya direkrut oleh seorang pemilik perusahaan yang rumah mewahnya sedang dibangun (saya bekerja sebagai kuli bangunan di proyek itu). Akhirnya setelah saya disekolahkan oleh perusahaan dengan biaya jutaan rupiah, saya diberikan tanggung jawab yang besar di perusahaan itu sebagai Grader (penguji kayu). Dalam usia hampir dua puluh tahun, saya dipercayakan untuk mengelola pabrik penggergajian kayu (Sawmill).
Setelah dua tahun bekerja, saya mundur dari pekerjaan saya untuk mengikuti panggilan Tuhan. Bulan januari 1992 saya menyerahkan diri menjadi fulltimer di gereja Petra Makassar. Dari seorang pengerja gereja yang tiap hari ngepel lantai, cuci WC dan sopir bis gereja, karena kesetiaan dengan perkara yang kecil akhirnya Tuhan beri kepercayaan yang lebih besar. Oleh anugerah-Nya saya dipercayakan menggembalakan gereja cabang di beberapa kota di Indonesia Timur. Sekarang Tuhan berikan saya tanggungjawab untuk menggembalakan jemaat Petra di Manado, mengajar di sekolah Alkitab, memberitakan firman di gereja Petra Makassar dan cabang-cabang, bahkan melayani di beberapa denominasi gereja yang lain. Semua itu karena kasih karunia dari Tuhan serta buah kesetiaan.
Anda ingin diberi kepercayaan yang besar? Setialah dalam perkara yang kecil!
2. Persembahan KEMENYAN
Kemenyan adalah salah satu bahan yang dipakai untuk membuat ukupan yang terdapat di Mezbah Dupa dan juga dibubuhkan di atas roti sajian (Kel 30:34-38; Im 24:7). Hal itu memberikan pengertian kepada kita bahwa persembahan yang berkenan di hati Tuhan adalah persembahan yang keluar dari hati yang menyembah sesuai dengan kebenaran firman Allah.
Kemenyan juga ada di antara iring-iringan mempelai Salomo (Kid 3:6-7). Ini menunjuk kepada kehidupan pernikahan yang harus mengeluarkan bau harum, bukan bau busuk. Jika pernikahan kita tiap hari diwarnai dengan pertengkaran dan percekcokan, maka akan mengeluarkan bau yang busuk.
3.Persembahan Mur
Minyak mur berfungsi sebagai detoksifikasi, yaitu mengeluarkan racun dari dalam tubuh manusia. Sebelum Ester menjadi ratu, dia harus menggunakan minyak mur selama enam bulan sebagai proses pembersihan bagi tubuhnya sebelum dia menghadap raja (baca kitab Ester). Begitu pula dengan kita sebagai calon mempelai Tuhan. Kita belum bisa berbau harum sebelum racun-racun dari dalam hati kita dikeluarkan. Kenajisan, kebencian, akar pahit itu merupakan racun yang membuat kita tidak bisa menjadi mempelai-Nya Tuhan.
Mur itu pahit rasanya tetapi baunya harum. Begitu pula dengan firman penyucian itu pahit bagi daging tetapi itulah yang akan menghasilkan bau harum mempelai Tuhan. Sebab itu, berikan hidup Anda untuk selalu disucikan dengan kuasa firman-Nya. Amin.


0 comments:
Poskan Komentar