“ ... tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Yesaya 40:31
Banyak orang berkata bahwa pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu atau menanti. Tetapi justru inilah yang Tuhan mau kita lakukan.
Jika Anda ingin mendapatkan kekuatan yang baru, maka nantikanlah Tuhan. Bukan hanya kekuatan baru yang Anda dan saya akan peroleh dari Tuhan jika kita menantikan Tuhan tetapi banyak berkat yang Tuhan berikan.
Tidak mendapat malu
Mazmur 25:3
“ Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.”
Orang yang menantikan Tuhan tidak akan dipermalukan. Sedangkan orang yang suka berkhianat, mereka akan dipermalukan.
Mewarisi Negeri
Mazmur 37:9
“ Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”
Tuhan berjanji akan membawa umat pilihan-Nya menikmati negeri kelimpahan. Nantikanlah Tuhan, maka Ia akan menjadikan Anda dan saya ahli waris dari negeri kelimpahan.
Diberi makan pada waktunya
Mazmur 104:27
“ Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.”
Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan kelaparan karena Tuhan pasti memberikan makanan tepat pada waktunya.
Tokoh-tokoh Alkitab
Banyak tokoh Alkitab yang memperoleh apa yang Tuhan janjikan setelah mereka tekun dan sabar menanti.
ABRAHAM
Untuk menjadi bapa banyak bangsa, Abraham harus menanti minimal dua puluh tahun. Bapak orang percaya ini sempat mengalami kegagalan dalam mempercayai janji Tuhan. Kelahiran Ismael merupakan bukti kegagalan Abraham menanti janji Tuhan.
MUSA
Musa merupakan tokoh yang sukses dalam melakukan tugas yang Tuhan berikan, yaitu membawa bangsa Israel keluar dari negeri perbudakan. Tetapi dia harus menunggu empat puluh tahun setelah kegagalannya menjadi “hakim” atas dua orang Ibrani yang bertengkar.
Musa harus sabar menanti sampai puluhan tahun sebelum Tuhan memakai hidupnya membebaskan umat Israel dari belenggu Firaun di tanah Mesir.
DAUD
Raja kedua dari bangsa Israel inipun juga harus menanti belasan tahun sebelum dia menduduki kursi kerajaan. Bukan hal yang mudah bagi Daud menantikan penggenapan janji Tuhan karena ia harus terus menerus melarikan diri dari kejaran Saul yang berikhtiar untuk membunuh dirinya. Situasi yang sangat sulit itu tidak membuat Daud berhenti dalam menantikan Tuhan. Dia terus menantikan apa yang Tuhan telah janjikan.
RUT
Begitu pula dengan Rut. Apa yang dia nantikan pada akhirnya terwujud. Dia memperoleh masa depan yang luarbiasa.
Rut 3:18
Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga.”
Ketekunan dan kesabaran Anda dan saya dalam menantikan apa yang Tuhan janjikan akan membawa kita untuk menikmati negeri kelimpahan. Tuhan tidak akan membiarkan kita kekurangan. Dia akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan kita.
Situasi sulit?
Saat ini memang situasi sedang sulit. Krisis keuangan sedang melanda dunia. Resesi yang mengguncang Amerika membawa dampak yang sungguh luarbiasa bagi perekonomian dunia. PHK besar-besaran bukan hanya terjadi di Amerika, tetapi di negara-negara yang memiliki kaitan dagang dengan Amerikapun juga terjadi PHK. Ekonomi dunia memang sedang goncang.
Kegoncangan ini membuktikan bahwa tidak ada negara yang kuat. Tidak ada sistem perekonomian yang kuat. Semua akan diijinkan goncang oleh Tuhan.
Kegoncangan Zaman Nabi Habakuk
Nabi Habakuk hidup di tengah situasi yang “chaos”. Penindasan dan ketidakadilan terjadi di mana-mana. Hukum muncul terbalik. Orang yang salah bisa bebas berkeliaran sementara yang benar justru masuk ke dalam penjara.
Habakuk 1:2-4
“ Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.”
Inilah yang terjadi pada jaman Habakuk. Teriakan d a n seruannya seolah-olah tidak dijawab oleh Tuhan. Lantas apa yang dilakukan oleh Habakuk menghadapi situasi yang membingungkan itu?
Agar kita dapat melewati situasi sulit yang terjadi sekarang ini, mari kita coba telusuri apa yang dilakukan oleh nabi Habakuk.
1. Tetap Percaya di tengah penindasan
“... tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”
Anda sedang berada di tengah penindasan? Kesukaran dan penderitaan hidup sedang menindas Anda dan keluarga Anda? Jangan pernah meragukan Tuhan. Tetap percaya bahwa apa yang telah Ia janjikan pasti akan digenapi. Jika Anda bimbang, maka hidup Anda tidak akan tenang bahkan Anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari Tuhan kalau hati Anda dikuasai keraguan (Yak 1:6-8).
2. Tetap Berdoa di tengah goncangan
Habakuk 3:1
“ Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan.”
Kegoncangan memang harus terjadi untuk membuktikan kesetiaan kita. Itulah sebabnya kita harus tetap berdoa di tengah kesulitan sekarang ini. Jangan jemu-jemu untuk mengetuk pintu sorga melalui doa-doa Anda.
3. Tetap Bersyukur di tengah ketidakpastian
Habakuk 3:17-18
“ Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
Jika saat ini hasil pekerjaan dan bisnis Anda mengecewakan. Tidak ada buah yang dihasilkan oleh ladang-ladang Anda. Bahkan lembu sapi sudah terhalau dari kandang (kendaraan tidak ada di garasi?). Jangan bersungut! Tetaplah bersyukur kepada Tuhan.
Jadi, apapun situasi dan kondisi yang menimpa hidup Anda, tetaplah percaya kepada firman-Nya, terus berdoa dan jangan berhenti mengucap syukur sampai Dia datang menolong Anda. Amin.


0 comments:
Poskan Komentar