Latest News

27 Jan 2013

Moving Forward to The NEXT LEVEL



“ Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita...”
Efesus 3:20

" This year God will do exceedingly more than we can ask, more than we can think and imagine!"

Awal tahun ini Firman Tuhan berbicara kepada kita bahwa Tuhan akan melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita minta dan doakan asalkan kita bersedia naik ke level yang lebih tinggi dengan melakukan tiga hal:

1. Lebih Mengutamakan Tuhan
2. Lebih Dewasa Rohani
3. Lebih banyak Berbuat Kebaikan

Untuk meningkat ke posisi yang lebih tinggi kita harus memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya. Mengapa? Karena tantangan yang akan kita hadapi tentu juga akan lebih besar.

Tantangan Yosua
Hal inilah yang terjadi pada Yosua. Tuhan bawa Yosua naik ke level yang lebih tinggi karena dia bersedia menghadapi tantangan yang lebih besar. Tidak mudah memimpin umat Israel yang terkenal keras kepala dan keras hati. Tetapi Yosua berhasil membawa mereka masuk ke Tanah Kanaan walaupun harus menghadapi banyak tantangan.

Tuhan berjanji bahwa setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakinya diberikan Tuhan kepada Yosua. Hal itu benar-benar terjadi. Yosua benar-benar menduduki tanah perjanjian!

Sama seperti Yosua, tahun ini kita akan menerima jauh lebih banyak daripada yang kita doakan jika kita bersedia dibawa Tuhan ke tingkat yang lebih tinggi.

Kapasitas diperbesar!
Untuk bisa naik ke level yang lebih tinggi, kapasitas hidup kita harus diperbesar. Kehidupan rohani kita harus mengalami peningkatan. Kehidupan doa kita tidak boleh berhenti. Kita harus selalu  menyediakan  hati kita selebar-lebarnya untuk diisi dengan firman Tuhan. Sebesar apa kita menyediakan tanah hati kita sebesar itulah berkat yang akan Tuhan berikan.

Bejana Janda Nabi
Pada jaman nabi Elisa, ada seorang wanita yang mengalami mujizat dari Tuhan karena bersedia dibawa ke level yang lebih tinggi oleh Tuhan.

Kisah ini diawali dengan krisis yang dialami oleh wanita ini, yaitu ia harus kehilangan suaminya karena meninggal. Ternyata suaminya tidak meninggalkan harta warisan kepada isteri dan anak-anaknya. Justru keluarga ini memiliki hutang yang tidak sanggup mereka bayar.

Penderitaan wanita ini tidak berhenti sampai disitu. Karena tidak bisa membayar hutangnya maka kedua anaknya harus rela menjadi budak.

2 Raja-raja 4:1
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

Tetapi kita bersyukur karena mendapati kisah ini bukan berakhir dengan tragis melainkan berakhir dengan pertolongan. Wanita ini bukan hanya bisa membayar hutangnya malah bisa hidup dalam kelebihan. Kedua anaknya-pun selamat dari perbudakan.

2 Raja-raja 4:7
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Apa rahasianya sehingga wanita ini menerima jauh lebih banyak daripada yang ia minta?

2 Raja-raja 4:3
Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.”

Ketaatan wanita ini untuk menyediakan bejana sesuai dengan perkataan hamba Tuhan menjadi kunci untuk keluar dari krisis yang terjadi dalam keluarganya.

2 Raja-raja 4:5
“ Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.”

Tuhan sedang membawa iman janda ini ke level yang lebih tinggi. Tuhan sedang meningkatkan kapasitas imannya ke tingkat supranatural. Tidak masuk akal kalau minyak yang hanya sebotol harus dituang ke dalam beberapa bejana. Tetapi janda ini yakin dengan apa yang dikatakan oleh nabi Elisa. Buah iman dan ketaatannya membuat janda ini mengalami mujizat. Menerima jauh lebih banyak dari yang ia harapkan!

Meningkatkan Kapasitas
Apa saja yang harus kita lakukan agar kapasitas kita bertambah lebih besar sehingga kita bisa menerima yang jauh lebih besar?

1. BERGERAK MAJU
Yosua 1:2
"Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”

Setiap saat tantangan dapat menghadang langkah kita. Tetapi apapun tantangan yang ada di depan kita jangan membuat kita gentar dan takut.

Jangan pernah berhenti untuk melangkah apalagi mundur karena tantangan atau masalah karena Tuhan berjanji untuk senantiasa menyertai kita.

Seperti Tuhan menyertai Musa dan Yosua pasti Ia juga akan menyertai kita.

Yosua 1:5
“ Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

2. BERTINDAK HATI-HATI
Yosua 1:7
“ Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.”

Bertindak dengan hati-hati artinya tidak menyimpang kekanan atau kekiri. Tidak keluar dari jalur. Tidak keluar dari garis kemurahan Allah. Tuhan akan meningkatkan kapasitas rohani kita jika bertindak hati-hati sesuai dengan firman-Nya.

Bertindak hati-hati artinya waspada
Ulangan 4:9
“Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu...”

Mari kita wariskan sikap hidup yang berhat-hati dan waspada kepada anak-anak kita agar mereka juga mengalami kebaikan Tuhan.

3. KUATKAN & TEGUHKAN HATIMU
Yosua 1:9
“ Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Untuk meningkat ke level yang lebih tinggi, maka dibutuhkan kekuatan dan keteguhan hati karena tantangan dan rintangan tentu juga lebih besar. Maju terus dengan hati-hati serta kuatkan hatimu maka Tuhan akan melakukan jauh lebih banyak dalam hidup Anda. 

Keep moving forward to the NEXT LEVEL!

5 Jan 2013

Tahun Kebaikan dan Kelimpahan




“Karena kebaikan-Mu, setiap tahun Kausediakan panenan; di mana Engkau datang, ada kelimpahan.”
Mazmur 65:12


Selamat datang bagi Saudara yang baru pertama kali beribadah di tempat ini, kami menyambut Saudara dengan penuh sukacita. Bersama keluarga saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru dan selamat menikmati kebaikan serta kelimpahan dari Tuhan di tahun 2013 ini.

Dunia berpendapat tahun 2013 adalah tahun kesialan karena ada angka 13. Peramal berkata akan ada banyak bencana yang datang di tahun 2013. Tetapi saya mau katakan kepada Saudara, kita tidak hidup dari apa kata peramal tetapi kita hidup dari apa kata firman Allah.

Apa kata firman Tuhan tentang tahun-tahun yang Tuhan anugerahkan kepada kita?

Firman Tuhan mengatakan dalam Mazmur 65:12 “Tuhan memahkotai tahun dengan kebaikan” dalam terjemahan sehari-hari dikatakan: “setiap tahun Tuhan menyediakan panenan. Dimana Engkau datang, ada kelimpahan.”

Pertama, tahun 2013 akan menjadi tahun kita menuai apa yang telah kita tabur di waktu-waktu yang lalu. Kedua, Tuhan pasti mendatangkan kelimpahan jika kita selalu minta Tuhan datang di dalam setiap langkah kita. Sebab itu apa yang akan kita lakukan di tahun ini jangan lupa untuk selalu melibatkan Tuhan. Jika Dia datang pasti kebaikan dan kelimpahan senantiasa akan kita nikmati.

Jangan takut menghadapi tantangan dan ujian di tahun 2013, karena Dia berjanji untuk selalu menyertai. Menyertai artinya: tidak membiarkan Anda berjalan sendiri. Dia akan campur tangan atas setiap masalah yang Anda hadapi dan Dia menyediakan jalan keluar dari setiap persoalan kita.

Selamat menikmati kebaikan dan kelimpahan dari Tuhan!

23 Des 2012

Anak Anjing yang Cacat


Seorang anak lelaki memasuki Pet Shop bertuliskan “Dijual Anak Anjing“.
Ia bertanya, “Berapa harga seekor anak anjing?”
Pemilik toko menjawab, “Sekitar 30 sampai 50 Dollar.”

Anak itu berkata, “Aku hanya mempunyai 23,5 Dollar. Bisakah aku melihat-lihat anak anjing itu?”
Pemilik toko tersenyum. Ia lalu bersiul. Tak lama kemudian muncullah lima ekor anak anjing sambil berlarian.
Tapi ada seekor yang tampak tertinggal di belakang.

Anak itu bertanya, “Kenapa anak anjing itu?”
Pemilik toko menjelaskan bahwa anak anjing itu menderita cacat karena kelainan di pinggul saat lahir.
Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, “Aku beli anak anjing itu.”

Pemilik toko menjawab, “Jangan. Jangan beli anak anjing cacat itu, Nak. Jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan saja untukmu.”

Anak itu kecewa.

Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “Aku tak mau diberikan cuma-cuma. Meski cacat, harganya sama seperti anak anjing lainnya. Aku akan bayar penuh. Saat ini uangku 23,5 Dollar. Setiap hari aku akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas.”

Tetapi lelaki itu menolak, “Nak, jangan beli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat, tidak bisa melompat & bermain seperti anak anjing lainnya.”

Anak itu terdiam. Lalu ia menarik ujung celana panjangnya. Dan tampaklah kaki yang cacat.
Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “Tuan, aku pun tidak bisa berlari cepat. Akupun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main seperti anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yg bisa mengerti penderitaannya.”

Pemilik toko itu terharu dan berkata, “Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau.”

Nilai kemuliaan hidup bukanlah terletak pada status ataupun kelebihan yang kita miliki, melainkan pada apa yang kita lakukan berdasarkan pada Hati Nurani yang mengerti dan menerima kekurangan.

“Keindahan fisik bukanlah jaminan keindahan batinnya”

Disadur dari beberapa sumber

Pasangan Sampai Akhir




Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 org maju ke papan tulis.

Dosen: "Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda", lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama, ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, istri, anaknya dst.

Dosen: "Sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya Anda ingin hidup terus bersamanya", mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen: "coret 2 nama lagi", tinggallah 5 nama.
Dosen: "coret lagi 2 nama", tersisalah 3 nama yaitu nama orang tua, istri dan anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba-tiba Dosen berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!", mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yang amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: "silahkan coret 1 nama lagi!", hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

Setelah suasana tenang sang Dosen. bertanya kepada Mahasiswa itu. "Kau tidak memilih orang tua yg membesarkan Anda, tidak juga memilih anak yg darah dagingmu, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istrimu?"

Semua orang didalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.

Lalu sang Mahasiswa itu berkata, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, setelah itu pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar bisa menemani saya sampai akhir dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua dan anak bukan saya yg memilih tapi Tuhan yang menganugerahkan, tapi saya yang memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita yg ada.

Matius19:6  
" Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Disadur dari beberapa sumber

22 Des 2012

News This Month from Leader




Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 
Matius 5:9



Lagu-lagu natal kembali berkumandang, terasa damai menyentuh hati. Sebuah pertanyaan muncul di dalam hati:
“Sudahkah kita memiliki damai sejati?”

Damai di hati. Itulah makna natal yang sejati. Kalau hati damai, maka kemanapun kita pergi akan membawa kabar damai. Membagikan damai. Kita akan hidup dalam perdamaian. Baik dengan Tuhan, Sumber Damai kita, maupun dengan orang-orang di sekitar kita.

Mari kita singkirkan perselisihan dan pertengkaran dari dalam rumah kita dan ijinkan kebenaran-Nya mengatur dan memerintah hidup kita agar damai-Nya menyinari pikiran dan hati kita. Mari kita buang semua kemarahan dan kegeraman yang mungkin selama ini tersimpan di dalam hati kita.

Bersama keluarga, saya mengucapkan “Selamat Hari Natal 25 Desember 2012” kepada seluruh Jemaat. Bersama keluarga pula saya mohon maaf atas setiap kesalahan dan kekurangan selama penggembalaan di tahun 2012 ini.

Mari kita akhiri tahun ini dengan hati yang suci dan pikiran yang bersih agar kita dapat melangkah lebih pasti di tahun yang baru nanti. Jangan berhenti untuk melangkah. Jangan berhenti mencoba, Tuhan pasti membuka pintu berkat-Nya bagi kita apabila kita mentaati setiap perintah-Nya.

Mari terus melangkah dalam damai dan terus membagikan damai kepada setiap orang yang kita jumpai!

Selamat Hari Natal 25 Desember 2012 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2013

19 Des 2012

Membuka Pintu yang Tertutup



"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Matius 7:7

Mungkin saat ini Anda melihat di depan anda ada pintu-pintu yang tertutup. Mungkin itu pintu kebahagiaan, pintu berkat, pintu pemulihan dan lain-lainnya.

Mari Saudara perhatikan dengan baik-baik kebenaran firman Tuhan pada hari ini supaya kita tahu bagaimana cara membuka pintu-pintu yang tertutup tersebut.

Mazmur 147:14
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.”

Inilah yang Tuhan selalu ingin kerjakan dalam hidup kita, dia selalu ingin memberikan gandum / pemberian yang terbaik bagi kita.

D O A
Tahukah Anda bahwa doa merupakan sarana dan kunci yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita bisa membuka pintu yang tertutup.

Kata doa ini memang hanya terdiri dari tiga huruf “D O A” tapi jika kita mau pratekkan akan luar biasa dan besar kuasanya bagi hidup kita. Memang ada banyak seminar atau sekolah doa itu semua baik tapi jauh lebih baik jika kita terapkan / pratekkan.

Matius 7:11
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Seperti halnya bapa di bumi yang penuh kekurangan saja bisa memberikan yang baik untuk anak-anaknya terlebih Bapa di sorga. Dia pasti memberikan yang baik kepada anak-anak-Nya yang meminta kepada-Nya.

Tapi doa yang bagaimanakah yang bisa membuka pintu yang tertutup ?

1. Doa yang disertai KETEKUNAN
Lukas 18:1-8
“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu...”

Tuhan Yesus memberikan perumpaan tentang seorang janda yang tekun datang untuk meminta pertolongan kepada seorang hakim yang lalim dan pada akhirnya karena ketekunan dari seorang janda ini, hakim lalim tersebut menolongnya.

Mungkin Anda sedang berdoa bertahun-tahun lamanya dan sepertinya Tuhan tidak menjawab atau mengulur-ulur waktu untuk menjawabnya, itu semua Dia lakukan untuk melatih ketekunan kita dalam berdoa / meminta.

Jika hakim yang lalim saja mau memberikan pertolongan terlebih Bapa kita di sorga yang dalam dirinya tidak ada kejahatan. Jika kita tekun mengetuk pintu sorga Dia pasti akan membukanya untuk kita.

2. Doa yang disertai  KERENDAHAN HATI
Lukas 18:9-14
“...Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini...Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Doa yang disertai dengan kerendahan hatilah yang akan membuka pintu-pintu yang tertutup seperti kisah seorang ahli Farisi dan pemungut cukai dalam kisah di atas.

Pemungut cukai ketika sedang berdoa dia mengakui bahwa dia adalah orang berdosa ini tanda bahwa ia rendah hati sedangkan ahli Farisi berdoa dengan kesombongan. Ahli Farisi menyombongkan semua yang sudah dia lakukan, pelayanannya dan sebagainya.

Jika kita bisa melakukan hal-hal yang baik, kita bisa melayani Tuhan, berpuasa, membayar perpuluhan dan sebagainya itu semua karena kemurahan Tuhan jadi jangan kita sombong.

Zakheus
Zakheus adalah orang yang kaya, dia adalah kepala dari pemungut cukai dan seorang yang berdosa tetapi justru Tuhan bukakan pintu keselamatan, pintu pemulihan baginya.

Zakheus memiliki kerinduan yang besar untuk bertemu Tuhan Yesus, sekalipun ia kaya itu tidak cukup untuk memuaskan hatinya.

Ada dua hal yang menjadi penghalang untuk kita bertemu dengan Tuhan, yaitu penghalang dari dalam ( kecewa, sakit hati, malas dsb. ) dan penghalang dari luar (keluarga / orang-orang disekitar kita).

Seperti halnya Zakheus, penghalang dari luar adalah orang banyak dan penghalang dari dalam adalah badannya pendek.

*Penghalang dari Luar
Lukas 19:2-4a
“...Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak,...”

Penghalang dari luar adalah orang banyak tapi penghalang tersebut tidak lantas membuatnya putus asa untuk bertemu dengan Tuhan.

Zakheus terus berusaha, dia “berlari mendahului orang banyak”, ini adalah tanda bahwa Zakheus memiliki kerinduan / gairah yang besar untuk bisa bertemu Tuhan Yesus.

* Penghalang dari Dalam
Lukas 19:4b
“...lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ...”

Sekalipun badannya pendek ia tidak putus asa, dia terus berusaha mencari cara untuk bertemu Yesus, Zakheus memanjat pohon agar bisa melihat Tuhan Yesus.

Demikian dengan kita penghalang dari dalam diri kita tidak bisa dijadikan alasan. elalu ada jalan bagi orang yang berusaha.

3. Doa yang disertai  KETAATAN
Wahyu 3:8
“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

Doa yang disertai dengan ketaatan yang akan membuka pintu yang tertutup sebab ketaatan adalah suatu kunci untuk membuka pintu-pintu yang tertutup.

Wahyu 3:7
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kunci itu diberikan kepada Daud karena ketaatannya, kunci itu juga diberikan kepada jemaat Filedelfia dan kita semua.

Dengan ketaatan kita menuruti firman Tuhan maka pintu-pintu yang tertutup itu akan terbuka.

4. Doa yang disertai UCAPAN SYUKUR
Wahyu 11:17-19
“sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ...Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.”

Ketika Anda berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan maka pintu sorga / pintu yang tertutup itu akan Tuhan bukakan bagi kita.

Inilah empat hal penting tentang doa yang bisa membuka pintu-pintu yang tertutup. Kalau Anda berdoa jangan lupa berdoa dengan tekun, berdoalah dengan kerendahan hati, berdoa dengan penuh ketaatan,  bukan hanya berdoa tetapi kita tidak mentaati firman Tuhan.

Doa dan ketaatan kita kepada firman Tuhan harus bersinergi / berjalan bersama-sama. Bisa saja orang itu berdoa tapi tidak dia taat, tapi orang yang taat pasti akan berdoa dan ingat jika Anda berdoa naikkan ucapan syukur kepada Tuhan apapun jawaban doanya tetaplah bersyukur.
Amin.

Dua Macam Musim



 “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.”
Yakobus 5:7

Setiap kita akan Tuhan bawa untuk mengalami dua musim, yaitu musim gugur dan musim semi.  Musim gugur adalah musim dimana daun-daun berguguran / rontok.

Tidak selamanya tumbuhan akan mengalami musim gugur, akan tiba masanya datang musim semi dan ada kesempatan daun itu tumbuh kembali dan menghasilkan buah.

Mungkin saat ini ada diantara kita yang mengalami musim gugur, mungkin kita kehilangan sesuatu dari Tuhan. Iman, kataatan, kekudusan, kasih kita gugur. Tapi percayalah apa yang hilang / gugur itu Tuhan akan kembalikan di musim semi.

Musim Gugur YUSUF

Yusuf adalah seorang yang takut akan Tuhan, dia menjauhi kejahatan, taat kepada Tuhan tetapi Yusuf  tidak luput dari musim gugur.

1). Kehilangan Saudaranya
“...Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.”
( Kejadian 37:18)

Yusuf memiliki saudara, semestinya ia dikasihi tetapi saudaranya justru membenci dan ingin membunuhnya. Ia memiliki saudara tetapi seperti tidak memiliki saudara.

2). Kehilangan Jubah
“...mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.” (Kejadian 37:23)

Yusuf medapatkan kasih karunia lebih dari bapanya, ia memperoleh jubah yang indah bukan karena dia yang meminta tetapi  karena sikapnya yang baik dan hal itu menimbulkan kecemburuan terhadap saudaranya. Yusuf harus kehilangan jubahnya karena saudaranya melucuti jubahnya.

3). Kehilangan Kebebasan
“...kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.” (Kejadian 37:28)

Yusuf dijual kepada orang Midian untuk dijadikan budak. Sebagai seorang budak, ia tidak memiliki kebebasan lagi. Dia tidak memiliki kebebasan untuk menentukan langkah hidupnya, pekerjaan dan masa depanya.

Yusuf seperti terbelenggu dan terikat. Mungkin saat ini ada diantara saudara yang dibelenggu / diikat oleh ketakutan, kekuatiran, kecemasan dan sebagainya. Percayalah ini tidak selamanya terjadi dalam hidup kita, akan tiba masanya Tuhan akan melepaskan dan memulihkan kita.

4). Kehilangan Kasih sayang Bapanya

Yusuf tinggal ditempat perbudakan, ia tidak tinggal serumah dengan bapanya maka otomatis Yusuf tidak mendapatkan kasih sayang dari bapanya.

Musim Semi YUSUF

1). Dikasihi Potifar
“...maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya... (Kejadian 39:3-4)

Jika sebelumnya Yusuf kehilangan kasih dari saudara dan bapanya tetapi ketika dia menjadi pelayan di rumah Potifar, dia sangat dikasihi bahkan diberikan kuasa atas rumah tuannya.

2). Dikasihi Kepala Penjara
...dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu...” (Kejadian 39:21-22)

Yusuf kembali kehilangan kebebasan, ia difitnah oleh isteri Potifar dan dimasukan penjara.
Sekalipun Yusuf berada di dalam penjara ia dikasihi oleh kepala penjara.

3). Dikasihi Firaun
“...Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kejadian 41:40-41)

Selain Yusuf dikasihi oleh kepala penjara, Tuhan juga memberikan kepadanya karunia mimpi dan mengartikan mimpi Firaun. Dan hal itu membuat Yusuf dikasihi oleh Firaun.

4). Mendapatkan Cincin dan Jubah
Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya...dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus...” (Kejadian 41:42)

Bukan hanya dikasihi oleh Firaun tetapi Yusuf juga diberikan cincin dan pakaian / jubah. Cincin berbicara mengenai otoritas. Pakaian / jubah berbicara tentang kemuliaan.

Musim Gugur AYUB

Ayub adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan mejauhi kejahatan tetapi ia juga tidak luput dari musim gugur ( Yakobus 5:11 ).

1). Kehilangan Usaha
"...Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya..”  (Ayub 1:13-17)

Ayub kehilangan usahanya karena orang-orang Kasdim menyerbu dan merampas ternaknya dan kehilangan semua omset dan bisnisnya.

2). Kehilangan Anak-anak
“...angin ribut bertiup..dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati.” ( Ayub 1:18-19)

Bukan hanya kehilangan usahanya tetapi Ayub juga kehilangan anak-anaknya, mereka semuanya mati ditimpa angin ribut.

3). Kehilangan Kesehatan
“...lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya..” (Ayub 2:7-8)

Ayub juga kehilangan kesehatan, ia terkena sakit penyakit dari kepala sampai kaki penuh dengan barah busuk.
4). Kehilangan Dukungan
“Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2:9)

Seharusnya ia mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya, yaitu isterinya tetapi sebaliknya isterinya justru tidak mendukungnya dan menyuruhnya untuk mengutuki Tuhan.

Musim Semi AYUB

1). Kesehatan Pulih
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya,...” (Ayub 42:10)

Keadaan Ayub dipulihkan sesudah ia berdoa untuk sahabat-sahabatnya yang telah menghakiminya. Ayub tidak membalas perbuatan sahabatnya justru ia berdoa bagi sahabatnya-sahabatnya.

2). Bisnisnya Pulih
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;...” (Ayub 42:12)

Bisnisnya dipulihkan lebih dari sebelumnya, Ayub mendapatkan omset jauh lebih banyak dari sebelumnya.

3). Anak-anaknya Pulih
Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;...” (Ayub 42:13-14)

Tuhan memulihkan anak-anaknya, ia diberikan sepuluh anak ; tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan dan tidak ada yang menandingi kecantikan anak perempuannya.

Respon Ayub ketika mengalami musim gugur, dia tetap sujud menyembah Tuhan dan ia sama sekali tidak berbuat dosa (Ayub 1:20-22).

KUNCI MENGALAMI MUSIM SEMI
1. KESABARAN / KETEKUNAN  (Yakobus 5:7)
2. KETEGUHAN HATI (Yakobos 5:8)
3. JANGAN BERSUNGUT dan SALING MEMPERSALAHKAN.

Selamat menikmati musim semi dari Tuhan dan selamat menikmati semua yang terbaik dari Tuhan. Yakinlah, apa yang hilang di musim gugur pasti dikembalikan oleh Tuhan di musim semi!

Kesetiaan yang Teruji



“ Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.”
Filipi 2:22


Rasul Paulus mempunyai seorang murid yang teruji kesetiaannya, yaitu Timotius. Rasul Paulus bukan hanya mengajar Timotius bagaimana menjadi seorang murid yang setia tetapi ia juga memberikan contoh bagaimana menjadi seorang pelayan Injil yang setia.

Kesetiaan Timotius sebagai murid teruji karena mendapatkan teladan yang baik dalam hal kesetiaan dari Paulus.

HASIL KESETIAAN:
1. Kesetiaan  membawa  kita  kepada
KEMENANGAN - Wahyu 17:14

Orang yang dipanggil, dipilih dan yang setia akan memperoleh kemenangan. Menang atas hawa nafsu, menang atas emosi, menang atas kemiskinan, menang atas penyakit dan menang atas semua pekerjaan kuasa gelap.

2. Kesetiaan  membawa  kita  kepada
TANGGUNG JAWAB yang lebih besar - Matius 24:45-47 / Matius 25:20-23

Jika kita setia dengan perkara yang kecil Tuhan akan memberikan tanggungjawab dalam perkara yang lebih besar. Sebab itu mari kita setia melakukan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan, sekecil apapun tugas yang dipercayakan kepada kita.

3. Kesetiaan akan membawa kita memperoleh MAHKOTA - Wahyu 2:8-11

Jika kita setia sampai garis akhir, maka kita akan memperoleh mahkota kehidupan dari Tuhan. Hanya mereka yang sampai kepada garis akhir yang akan mendapatkan mahkota kehidupan. Sebab itu, apapun masalah dan kesukaran yang sedang Anda hadapi, jangan mundur, maju terus sampai garis akhir!

Pelayan Injil yang Setia
Tidak diragukan lagi bahwa Paulus adalah seorang pelayan Injil yang teruji kesetiaannya.

Apa saja ciri pelayan yang setia?
1. Tidak menyia-nyiakan Kesempatan
I Tesalonika 2:1
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.

Rasul Paulus seorang pelayan Injil yang sejati. Dia selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberitakan kabar baik. Dimanapun dan kapanpun. Bahkan di dalam penjara sekalipun dia tetap memberitakan kebenaran.

Tubuhnya memang terpenjara tetapi semangat untuk memberitakan kabar kesematan tidak pernah terpenjara. Terbukti Kepala penjara beserta seluruh keluarganya percaya dan dibaptis oleh Paulus (Kisah 16:1933).

Setiap hari kita bertemu dengan orang. Manfaatkan kesempatan itu untuk bersaksi dan menjadi saksi sehingga banyak orang bisa mendengarkan kabar baik melalui hidup kita.

2. Terus melayani meskipun menderita
I Tesalonika 2:2
“ Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.”

Aniaya, cobaan dan penderitaan yang berat tidak mematikan semangat Paulus untuk tetap melayani pekerjaan Tuhan. Pencobaan yang dialami oleh Paulus sungguh berat tetapi ia berkata itu penderitaan yang ringan, karena  pandangan Paulus tidak teruju kepada penderitaannya melainkan tertuju kepada kemuliaan yang Tuhan sediakan.

II Korintus 4:17-18
“ Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Paulus adalah seorang rasul yang paling banyak mengalami penderitaan dan aniaya, dia banyak dimusuhi dan dibenci tetapi semua pencobaan itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membagikan kebenaran kepada semua orang.

Bagaimana dengan kita? Apakah pencobaan yang kita alami menghentikan pelayanan kita? Apakah masalah dan kesukaran hidup yang kita alami membuat kita mundur dari pelayanan atau kita tetap maju melayani Tuhan?

3. Motivasinya MURNI
I Tesalonika 2:3
“ Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.”

Ciri ketiga pelayan yang setia adalah motivasinya murni. Seorang pelayan yang teruji kesetiaannya melayani tanpa pamrih. Murni dan tulus hati. Tidak cari pujian manusia. Tidak ada maksud terselubung. Melayani karena mengasihi Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan.

Pada jaman Paulus memang ada orang-orang yang melayani dengan motivasi yang tidak murni. Sebagian melayani karena irihati dan dengki, sebagian lagi melayani karena untuk kepentingan pribadi.

Filipi 1:15  
“Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”

Jangan kita memberitakan Injil disertai dengan kedengkian atau perselisihan, tetapi beritakan Injil dengan kemurnian hati.

Ada juga orang-orang yang melayani demi kepentingan perut mereka. Melayani karena amplop. Melayani karena dibayar.

Roma 16:18 
“ Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.”

Mari kita periksa motivasi hati kita dalam melayani Tuhan. Pastikan kita melayani karena kita mengasihi Tuhan yang sudah lebih dulu melayani kita.

4. Menyenangkan HATI TUHAN
1 Tesalonika 2:4 
“ Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.”

Setiap orang PASTI DIUJI. Menjadi murid, menjadi hamba Tuhan harus diuji. Begitu pula dengan pelayanan kita pasti akan diuji oleh Tuhan.

Kita melayani untuk menyukakan hati manusia atau menyukakan hati Tuhan?

Kolose 3:22-23
“ Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Bukan seberapa banyak yang Anda lakukan melainkan apa motivasi Anda dalam melakukan. Tuhan pasti menguji hati kita.

Jadilah orang-orang yang teruji kesetiaannya sampai garis akhir!